
Setiap keluarga Indonesia sangat unique, berbeda satu dengan yang lain. Ini menyebabkan pendekatan nilai kehidupan melalui pendekatan desain rumah arsitektural bangunan dapat sangat berbeda sesuai dengan corak dan karakter setiap keluarga. Faktor unique ini memberikan kecenderungan setiap rumah keluarga mempunyai desain rumah yang berbeda dengan keluarga lainnya. Konsep perancangan arsitektur bangunan rumah harus mampu bergerak mengikuti dan menyesuaikan dengan dinamika kehidupan individu manusia yang hidup, berinteraksi dan beraktivitas didalamnya.
Dengan dialog yang terbuka antara pemilik rumah dengan arsitek, arsitek dapat membantu memberi gambaran rumah yang diinginkan sebuah keluarga. Ini dicapai pada masa awal desain rumah, melalui pendekatan pembentukan massa bangunan, pembentukan muka bangunan (facade) dan konsentrasi fungsional dan sosial bangunan. Beberapa komponen tersebut dirangkum oleh arsitek untuk dibentuk bangunan dengan memperhatikan keinginan pemilik. Pada akhirnya proses pencarian dan pembentukan desain dapat menggambarkan solusi yang paling optimal dari rumah impian pemilik rumah.

Lingkar Hunian Infonet bagian arsitektural menawarkan jasa desain arsitektur rumah dengan gaya minimalis, yang kesemuanya meliputi beberapa kosentrasi pekerjaan :
- Pekerjaan desain rumah dengan tema arsitektur minimalis. Pekerjaan desain dimulai dari pembentukan sketsa, gambar perpektive rumah arsitektur minimalis dalam 2 dan 3 dimensi hingga gambar kerja arsitektural, gambar detail struktural dan gambar detail mekanikal elektrikal.
- Pengawasan proses pembangunan secara berkala dengan koordinasi dengan pemilik rumah.

Tahapan kerja arsitektur yang kami lakukan seperti diagram diatas menjamin komunikasi desain antara keinginan pemilik rumah yang dijabarkan oleh tim arsitektur minimalis kita. Segera setelah desain rumah yang dibentuk disepakati oleh pemilik rumah, pekerjaan diteruskan dengan pembuatan detail gambar arsitektural pelaksanaan lapangan. Dengan gambar arsitektural detail lapangan, tim pelaksana lapangan dapat mempunyai gambaran dalam membangun rumah secara detail dan lebih rinci. Beberapa detail yang dianggap sulit dibuat dengan gambar lebih detail lagi. Informasi yang didapat dari gambar arsitektural lapangan dan gambar kerja diperlukan untuk penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) arsitektural. Dengan penyusunan rencana anggaran biaya pembangunan rumah, perencana dapat memperkirakan besarnya volume pekerjaan dan biaya yang dibutuhkan untuk setiap volumenya. Dari laporan rencana anggaran biaya pembangunan dapat diketahui proyeksi biaya total yang diperlukan dalam membangun. Kontrol atas rencana anggaran biaya sangat penting agar proses biaya pembangunan rumah dapat dikontrol dan tidak melebihi anggaran yang telah dialokasikan pemilik rumah sebelumnya.


